Showing posts with label bbm naik. Show all posts
Showing posts with label bbm naik. Show all posts

Monday, 2 April 2012


Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April nanti terus menuai kecam dari beberapa pihak.

Mayarakat, mahasiswa, LSM, ormas, dan masih banyak lagi bersatu dan sepakat untuk menolak kenaikan harga BBM apapun alasannya.

Tak pelak aksi unjuk rasa dan demonstrasi merebak di pelbagai daerah di tanah air. Mereka akan terus dan terus bersuara hingga pemerintah urung menaikkan harga BBM.

Di Yogyakarta, pada Kamis (28/03/12) silam bertempat di Kantor Pertamina di Jln. Mangkubumi Yogyakarta, beberapa aksi Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia mendatangai kantor Pertamina Pemasaran Region IV.

demo mahasiswa akan kenaikan bbm


Mereka dengan tegas menolak pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM. Sebelumnya mereka berkumpul di Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada.

Di Kabupaten Konawe Utara, Kendari, massa dan mahasiswa membakar satu mobil dinas polisi di depan Bank Panin di Jln. Ahmad Yani pada Kamis (29/03/12) kemarin.

Aksi ini dilakukan sembari mereka dalam perjalan pulang ke Kampus Universitas Haluleo usai menggelar demo aksi menentang kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Sulawesi tenggara.

Di Kota Pekanbaru, Riau, aksi demo tolak kenaikkan harga BBM berlangsung ricuh. Aksi massa yang menggelar orasi di depan Kantor DPRD Provinsi Riau harus berakhir dengan pembakaran ban bekas pada Selasa (27/03/12) silam.

Polisi sendiri sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengawal segala aksi demo yang terjadi di tanah air berjanji akan bekerjasama.

“Cuma bawa tameng dan pentungan saja,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto pada Detik.

Yang menjadi persoalan bukan masalah demo atau kerjasama pihak polisi dalam mengawal unjuk rasa. Namun dari sisi pemerintah. Apakah mereka tetap kekeh untuk menaikkan harga BBM?

Bulan April tinggal menunggu hitungan jam. Kurang dari 48 jam sebelum masuk tanggal 1 April. Itu berarti kurang dari 48 jam sebelum harga BBM naik menjadi Rp. 6.000 dari Rp. 4.500.

Apakah pemerintah tetap menaikkan harga BBM meski aksi demonstrasi dan unjuk rasa terjadi dimana-mana?

Apakah mereka harus menunggu korban berjatuhan hingga hati pemerintah terketuk dan batal menaikkan harga BBM?

Mari kita tinggu perkembangan berikutnya.


Sumber: http://sidomi.com/80897/demo-bbm-di-berbagai-daerah

Friday, 30 March 2012

Nampaknya rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah sangat meresahkan masyarakat. Ratusan massa yang menamakan diri sebagai ‘Fesbuker Indonesia’ juga akhirnya melakukan aksi demonstrasi menolak rencana kenaikan harga BBM. Mereka menganggap opsi tersebut hanya akan membuat masyarakat bertambah miskin.


Sekitar ratusan massa ‘Fesbuker Indonesia’ terlihat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR-MPR. Mereka menilai kebijakan rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut hanya akan menyengsarakan masyarakat. “Dengan naiknya harga BBM, akan sangat menyengsarakan rakyat. Kebijakan SBY tersebut salah besar,” kata Koordinator Fesbuker Indonesia, Emma, di depan Gedung DPR, Selasa (27/3//2012) seperti yang dikutip dari pesatnews.com. Menurut Emma, kenaikan harga BBM ini akan mempengaruhi harga sejumlah barang terutama harga barang pokok seperti sembako. Jika hal ini dibiarkan, tentunya masyarakat kecillah yang akan menjadi korban dari keganasan kenaikan harga BBM.

Rezim SBY, jelas Emma, enggan disebut neoliberal. Namun ironisnya hampir semua kebijakan ekonomi dan politiknya sangat neoliberal. Agar kebijakan neoliberalnya tidak dianggap neoliberal, maka rezim SBY membumbuinya dengan argumentasi yang seolah-olah populis. Padahal, sebagian besar argumennya tersebut adalah kebohongan besar.

Berdasarkan hal itu, Fesbuker Indonesia secara tegas menolak rencana kenaikkan harga BBM tanpa terkecuali. Mereka juga meminta pemerintah segera melakukan rasionalisasi migas, pertambangan oleh perusahaan asing dan harus menguntungkan sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia. Fesbuker Indonesia juga tidak segan meminta Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono untuk mengundurkan diri jika rencana kenaikan harga BBM tetap diterapkan. Hal itu sesuai dengan tulisan “TOLAK KENAIKAN HARGA BBM !!! Atau TURUNKAN SBY – BOEDIONO !!!” yang terpampang di sebuah sepanduk yang dipasang di pagar.

Sebelumnya sejumlah aktivis dan massa buruh juga dikabarkan akan melakukan aksi demo besar-besaran pada Selasa (27/3/2012) ini. Mereka menolak kenaikan harga BBM yang semula Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Sementara itu, opsi pemerintah untuk menaikan harga BBM nampaknya tetap akan dilaksanakan. Dengan alasan menghemat anggaran APBN, pemerintah akan menaikkan harga BBM per April mendatang.


sumber: http://ciricara.com/2012/03/27/fesbuker-indonesia-juga-demo-tolak-kenaikan-harga-bbm/