Showing posts with label Art of mind. Show all posts
Showing posts with label Art of mind. Show all posts

Wednesday, 1 December 2010

Mendapatkan sebuah golden moment dalam memotret memang memberikan sebuah nilai kepuasan tersendiri bagi diri kita. Apalagi bila bila diacungi jempol oleh orang lain. Saya juga baru belajar memotret. Yaa sangat pemula kalo dikata.

Pernah saya mendapatkan foto yang diberi efek. Dimana gambar diam kelihatan bergerak. Ya, meskipun sangat sederhana setidaknya itu saya peroleh dari hasil  kerja mata, pikiran dan jari sendiri.

Tuh fotonya diatas. Meskipun agak hancur sedikit tapi nggak papalah. Namanya juga hasil percobaan pertama, ya begitulah hasilnya....
 
Setelah sekian lama memikirkannya akhirnya saya menyimpulkan kalau ini bisa didapat melalui:

Monday, 25 October 2010


 www.google.com – semuanya pasti tahu alamat tersebut. Situs yang berdiri pada tahun 1998 oleh dua sahabat Sergey Brin dan Larry Page. Pastinya donk! Masa situs nomer satu dari alexa tersebut ndak tahu. Kebangetan kalo ndak. Ok lanjut, kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai paman google itu. Tapi bukan mengenai seo. Lebih ke filosofi dari opini pribadi.

Langsung saja. Kalo sobat ngonek ke internet, pastinya tidak lepas dari www.google.com dari halaman pertama. Mulai dari tugas, cari informasi, upload data, sampe nge-facebook. Pengalaman pernah saya liat teman saya biar log-in kef b harus pake search google juga (astaagaa!). 

Wednesday, 6 October 2010

"They come, they go and no one knows".

All that wrote here is a continuation of the two previous articles. This is the end of my experience in Palopo. The event was only one day, but it is very confusing. This is what I felt throughout the night:

First, many strange things that go on in my mind.

Why?

Because so far I never believed in things like that. My mind says that it all just a hallucination humans who experience trauma for a little something.

Sunday, 3 October 2010

"They come, they go and nobody knows"

Continuing my previous article, this time I want to share my experiences from my village. Where is the our closest person turned out to be a bad manners man. Coerce demons to collect many things for his aim.

Very putrid his behavior, I think.

And now…

Now I know how they work, especially when they are bound by their employer. Apparently they were also tortured by their employers if what is commanded is not done. Like not being fed and being whipped. Because many awkward thing on my mind, so I tried to ask my other aunt who has a sixth sense. And she told me that there are two types of them.

Wednesday, 15 September 2010

"They come, they go and no body knows"

Is the sentence above had been representing for everything? Surely not, I think! Because this incident is making me dizzy in thinking about it. How not, so far I never believed in spirits, start from good spirits until evil spirits.

Well, this is it…

I was in Palopo city when fasting holiday. I never think to have an incident like that, such events as described in the tagline above. Everything went as usual, start from car rides, eating and drinking.

Wednesday, 7 July 2010

“Ketika Bersama Air, Mengalirlah; Ketika Bersama Udara, Berhembuslah; Ketika Bersama Api, Menyalalah; Dan Ketika Bersama Tanah, Mengeraslah.” 

Sepercik kalimat di atas akan mewakili semua yang ada dalam artikel ini.

Kalimat yang sempat muncul ketika mengingat kembali semua yang terjadi mengenai peliputan. Mungkin sudah pernah dikatakan oleh para pendahulu, tapi ini serasa muncul dari pengalaman yang dirasakan sendiri. 

Memang tidak mudah menjadi seorang reporter apalagi yang memiliki bobot. Tidak semudah itu. Terkadang latihan yang banyak pun tidak bisa menjamin. Belum lagi bila harus menemui narasumber yang mana sangat sulit untuk ditemui. Untung-untungan kalau dapat, kalau tidak, data mentah mana yang mau diolah.